Bisakah Kanker Payudara Dicegah?

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang banyak dialami perempuan. Jika kanker serviks bisa dicegah melalui pemberian vaksin, lalu bisakah kanker payudara dicegah?“Untuk pencegahan primer kanker payudara masih susah, karena vaksinnya juga masih dalam pengembangan, jadi hanya bisa diupayakan melalui hidup sehat,” ujar dr Sonar Soni Panigoro, SpBK.Onk dalam acara Kampanye Delapan Tingkatkan Kesadaran Kanker Payudara di RS Pondok Indah, Jakarta, Selasa (8/5/2012).

dr Sonar menjelaskan untuk pencegahan sekunder dalam arti menemukan kasus kanker payudara sedini mungkin sehingga harapan hidupnya besar. Diketahui jika ditemukan dalam stadium 0 atau 1 maka sampai tahun keenam masih ada 90 persen pasien yang bertahan hidup.

Sedangkan untuk pencegahan tersier yang mana sudah ditemukan kanker payudara namun dalam stadium lanjut, maka akan diupayakan agar kualitas hidup dari pasien tersebut tetap baik.

“Butuh waktu agar kanker ini bisa terdeteksi, biasanya kalau di bawah 1 cm masih sulit. Tapi kadang karena nggak terasa makanya tidak diperiksa dan tiba-tiba sudah besar,” ujar dr Sonar yang lahir di Bandung 53 tahun silam.

dr Sonar menuturkan untuk mencapai ukuran 1 cm dibutuhkan waktu selama 5 tahun, karena pertumbuhannya lambat jika masih kecil. Tapi jika ukurannya sudah besar maka pertumbuhannya cepat dan susah dikendalikan kalau menyebar luas.

Perempuan cenderung memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara dibanding laki-laki karena adanya perubahan hormon estrogen dan progesteron yang dimilikinya. Namun ada pula faktor risiko lain untuk kanker payudara yaitu:

1. Memiliki riwayat garis keturunan kanker atau pernah kena kanker payudara sebelumnya
2. Melakukan terapi hormon pasca menopause dalam jangka waktu lama
3. Terpapar radiasi saat terapi di daerah dada ketika usia muda
4. Hamil di usia tua dan tidak menyusui
5. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol serta kurang aktvitas fisik.

Sampai saat ini penyebab untuk kanker payudara belum diketahui, tapi umumnya kasus ini banyak ditemukan saat usia 40-50 tahun dan jarang sekali didapati di usia kurang dari 20 tahun. Untuk itu perempuan disarankan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin sebagai langkah awal deteksi dini.

Sumber detik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: